Home | Materi Pelajaran | Jadwal Pelajaran | Guru & staf
  Home
Layanan Untuk Alumni:
website alumni SMA PGII 1 Bandung
Website khusus alumni
SMA PGII 1 Bandung
Layanan Untuk Siswa:
Digital Library SMA PGII 1
Perpustakaan Digital SMA PGII 1 Bandung
Layanan bimbingan dan konseling online.
Forum Diskusi
Wahana mencurahkan ide atau gagasan kamu.
ujian online
untuk melakukan tes/ ulangan harian online
Materi Online
Akses materi pelajaran online
Jadwal Pelajaran
Untuk melihat Jadwal pelajaran seluruh kelas
Kalender Akademik
Kalender akademik
SMA PGII 1 Bandung
 
TODAY: Selasa, 21 Nopember 2017
 
Mendiknas: UN Tetap Jalan
Sumber: diknas.go.id

23 Jan 2010  09:14:23 AM  Ditulis Oleh: admin

Jakarta, - Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh menegaskan, Ujian Nasional (UN) Tahun Pelajaran...

2009/2010 akan tetap berjalan.

Hal tersebut disampaikan Mendiknas usai membuka Seminar Nasional Pembudayaan Kegemaran Membaca Tahun 2009 di Perpustakaan Nasional RI, Jakarta, Senin (14/12/2009) .

Mendiknas menyampaikan sejarah mengenai UN. Mendiknas menuturkan, sebelum Indonesia merdeka sampai dengan tahun 1972 ada ujian negara yaitu satu ujian secara nasional yang menyelenggarakan negara. Mendiknas menyebutkan, pada saat itu tingkat kelulusan antara 30-40 persen. Sejalan dengan itu, lanjut Mendiknas, pada tahun 1969 dimulai Rencana Pembangunan Lima Tahun (Repelita), yang salah satu programnya adalah menaikkan angka partisipasi kasar (APK). "Yaitu mendorong anak-anak supaya dia bisa melanjutkan sekolah. Oleh karena itu dibangun SD Inpres. SD yang didasarkan atas instruksi presiden supaya dia bisa masuk ke sekolah," katanya.

Lebih lanjut Mendiknas menjelaskan, karena jumlah siswa yang tidak lulus banyak di ujian negara maka kesempatan orang bersekolah menjadi terbatas. "Melihat kondisi itu, kemudian dibuat kebijakan baru ujian sekolah yaitu kelulusannya diserahkan kepada sekolah, " katanya.

Mendiknas mengatakan, kebijakan yang kemudian diterapkan selama 20 tahun ini berdampak siswa lulus semua. "100 persen semuanya lulus. Oleh karena itu muncul yang namanya Ebtanas," ujarnya.

Mendiknas menyebutkan, Ebtanas adalah kombinasi antara ujian negara dengan  ujian sekolah. Pada Ebtanas nilai siswa ditentukan menggunakan rumus PQR yaitu gabungan dari nilai rapor, ujian sekolah, dan ujian nasional. "Hasilnya ternyata ujian yang diselenggarakan oleh nasional tadi itu dengan ujian yang diselenggarakan oleh sekolah ada gap yang luar biasa dan akibatnya juga lulus semua," katanya.

Mendiknas mencontohkan, pada mata pelajaran yang sama seorang siswa yang diuji secara nasional mendapatkan nilai tiga, tetapi di ujian sekolah mendapatkan nilai delapan. "Jadi tadi itu mulai murni negara sudah, ditambah lagi murni sekolah juga sudah, dikombinasi dengan ujian sekolah juga sudah. Nah sekarang ini mata pelajarannya tertentu saja yang diuji oleh negara, yang lain sekolah yang menentukan," katanya.

"Jadi apa yang diperdebatkan oleh orang-orang sekarang serahkan kepada sekolah itu sudah dilakukan tahun 1972 dulu. Hasilnya jeblok, lulus semua. Munculah yang namanya seratus persenisasi. Lho kok sekarang mau ditarik lagi berarti kembali kepada (tahun) 1972 yang lalu, " kata Mendiknas.

Mendiknas mengimbau kepada peserta didik untuk siap menghadapi ujian dan tidak terjebak pada perbedaan-perbedaan pendapat. "Orang yang paling baik adalah orang yang paling siap. Oleh karena itu, tugas utama guru mengajar, tugas utama murid adalah belajar. Kalau kita sudah siap, diuji oleh siapapun tidak ada masalah," katanya.

Mendiknas mendorong supaya siswa tahan banting dan mempunyai semangat yang tinggi. "Bagi saya tidak perlu dipertentangkan antara apakah itu pemetaan dan kelulusan," ujarnya.

Terkait usul untuk menjadikan UN hanya sebagai standar, Mendiknas mengatakan, kalau hanya dijadikan standar tidak melekat pada nilai itu pada orang per orang maka bisa menjadi bias lagi. "Sampeyan ujian negara, tidak saya pakai untuk menentukan kelulusan. Sampeyan akan menjawab sembarang ya kan? Wong nda menentukan, nda ada apa-apa nya. Berarti akan ada bias lagi. Kenapa harus kita kontroversikan? jauh lebih baik, sudah disamping untuk mementukan (kelulusan) juga untuk standar," ujarnya kepada media. -GIM-


Info Lainnya:
23 May 2016
20:57:00 PM

16 Mar 2015
09:36:48 AM

12 Mar 2015
11:29:36 AM

27 Feb 2015
09:54:26 AM

27 Feb 2015
09:51:19 AM

26 Feb 2015
10:31:15 AM

10 Nov 2014
09:48:27 AM

29 Apr 2014
12:51:01 PM

22 Apr 2014
07:27:20 AM

1 Okt 2010
10:09:08

21 Apr 2010
13:14:06 PM

03 Feb 2010
12:04:37 PM

03 Feb 2010
11:59:57 AM

03 Feb 2010
11:56:10 AM

23 Jan 2010
09:24:21 AM

23 Jan 2010
09:09:37 AM

30 Nov 2009
12:16:07 PM

27 Oct 2009
13:00:32 PM

26 Oct 2009
12:30:50 PM

21 Oct 2009
16:56:39 PM

21 Aug 2009
11:18:00 AM

20 Apr 2009
09:53:33 AM

20 Apr 2009
09:50:19 AM

20 Apr 2009
09:44:52 AM

24 Mar 2009
17:31:02 PM

24 Mar 2009
17:23:50 PM

24 Mar 2009
17:14:57 PM

24 Mar 2009
14:40:45 PM

30 Dec 2008
10:03:28 AM

30 Dec 2008
09:58:31 AM

10 Dec 2008
09:51:25 AM

10 Dec 2008
09:46:30 AM

02 Feb 2008
09:35:03 AM

02 Feb 2008
08:31:07 AM

01 Feb 2008
14:35:29 PM

01 Feb 2008
08:27:46 AM

01 Feb 2008
08:23:07 AM

31 Jan 2008
14:43:36 PM

13 Jan 2008
10:54:10 AM

22 Dec 2007
20:15:44 PM

12 Nov 2007
07:51:09 AM

15 Oct 2007
07:40:32 AM

03 Sep 2007
20:51:59 PM

20 Jun 2007
20:37:21 PM

10 Mar 2007
20:49:23 PM

01 Jan 2006
06:48:25 AM

 
© 2005 SMA PGII 1 Bandung
Jl. Panatayuda No. 2 Bandung Jawa Barat
Developed by Comlabs YP PGII